Tampilkan postingan dengan label keakhwatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keakhwatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Desember 2008

"Kepemimpinan Perempuan" antara Emansipasi dan Kegagalan kaderisasi

Perempuan adalah mahluk tuhan yang diciptakan berbeda dengan mahluk uhan yang bernama laki-laki, ia memiliki kelemahan dan juga kelebihan, diantara keistimewaan wanita adalah melahirkan dan menyususi yang tidak dilakukan oleh kaum lelaki, mereka memiliki perasaan yang dalam yang berbeda dengan lelaki. Namun juga memiliki kecerdasan yang bersifat rasional meskipun terkadang rasionaliseme tersebut terkalahkan oleh perasaan yang tinggi.
Mahluk tuhan yang diciptakan dari tulang rusuk lelaki tersebut, kini telah menguasai beberapa bidang yang selama ini digeluti oleh lelaki, dari pekejaan yang berat sampai kepada pekerjaan yang ringan, entahlah, ini adalah sebuah pilihan atau keterpaksaan, misalnya pekerja keras(buruh bangunan). Inilah salah satu strong yang kini dimiliki kaum hawa tersebut. Di wajah dunia perempuan menjadi mahluk yag tidak lagi terkungkung oleh tugasnya sebagai wanita yang hanya merawat dan membesarkan anak tetapi juga telah mengantikan posisi lelaki atau bahkan mengalahkan posisi lelaki yang terkadang cengeng dengan kondisi. INI adalah sebuah realitas bahwa selain memiliki keistimewaan wanita juga memiliki kekuatan, ketegaran dll, dlam tataran sosial.
Peran Wanita dalam tataran organisasi kini bukan lagi sebuah tugas yang memiliki signifikansi yang rendah tetapi kini telah menempati pos-pos yang memiliki iindeks yang penting dalam tataran organisasi tersebut. Bukanlah sebuah hal yang tabu ketika menemukan pemimpin dalam suatu instansi juga dipimpin oleh perempuan misalnya salah satu presiden Indonesia adalah seorang perempuan kapolri salah satu daerah diindonesia adalah seorang perempuan, ketua jurusan biologi adalah seorang perempuan, ,dan beberapa jabatan stratesis yang laiin yang kini dipimpin oleh perempuan. dan kepemimpianan tersebut juga terjadi pada organisasi mahasiswa.
Perempuan kini bukan lagi mahluk tuhan yang lemah, mahluk tuhan yang selalau menempati posisi yang tidak signifikan tetapi kini perempuan adalah mahluk tuhan yang kuat yang memiliki dimensi kepakaran yang tinggi, profesionalisme yang tinggi dan karir yang multidimensi, kenapa? Alasannya bahwa perempuan saat ini adalah mereka yang pakar dalam berbagai bidang selain sebagai istri, ibu, juga memiliki kepakaran dalam bidang kepemimpinan dan jabatan yang startegis. Kini yang menjadi pertanyaan, apakah ini adalah suatu bentuk emansipasi, atau suatu kegagalan kaderisasi kepemimpiann sbegai kodrat kaum adam?. Maka mencari pembenaran dan kebenaran tidak akan pernah ditemukan, semua akan membawa pada sikap pro dan kontra tergantung dari sisi mana kita memandangnya. Sehingga yag menjadi solusi adalah mengupgrade diri baik engkau seorang laki-laki ataukah seorang perempan, jika engkau seoang laki-laki maka malulah, pada keberhasilan perempuan, bagaimanapun Islam telah memberi peluang besar kepada kaum adam untuk menjadi seorang pemimpin bagi wanita, sehingga dibutuhkan kesadaran bagi kaum laki-laki untuk mengambil peran yang selama ini diambil oleh kaum perempuan. Sedangkan bagi wanita lain, ini menjadi suatu inspirator tersendiri untuk menggali semua kemapuan yang engkau miliki.
Subuh, 27 juli 2008.
Nadiyah Hansur(an_nadiyahbio@yahoo.com)

Training Keakhwatan : Tak Sekedar Cantik

Tanggal 8 November yang lalu, KAMMI komisariat UNM Parang Tambung ngadain acara khusus untuk pengembangan potensi para akhwat. Training Keakhwatan dengan tema “Tak Sekedar Cantik”.Training ini memberikan motivasi bagaimana para akhwat bisa menampilkan inner Beauty-nya jadi tak sekedar cantik fisik, karena cantik itu relative..tapi ketika kecantikan itu terlihat dari keindahan akhlak, keelokan budi, dan kecemerlangan akal, maka sampai kapan pun kecantikan itu tidak akan pudar ditelan usia, malah akan terus bertambah seiring kedewasaan kita mengarungi kehidupan ini dengan segala hikmahnya. Sehingga menjelmalah kita sebagai bunga mawar yang indah….

Saudariku, pasti kau tahu bunga mawar. Bunga yang sering menjadi lambang dari cinta, romantisme, bunga yang warnanya tegas, jika ia berwarna merah, maka ia akan berwarna merah darah, pekat! Jika ia putih, ia pun berwarna putih yang teguh, suci. Jarang mawar berwarna merah muda, meskipun mungkin ada.

Bunga mawar beraroma harum, kelopak-kelopaknya begitu tertata, banyak, dan melindungi benang sarinya dengan seksama. Mawar juga tidak mudah menggugurkan mahkota-mahkota bunganya, aku membuktikannya, betapa mawar tetap bermahkota dan berkelopak meskipun mungkin bila ia dipetik dengan tangkainya dan ia diletakkan tanpa air, ia mungkin layu, tapi mahkotanya tidak gugur!

Bunga itu masih lagi dilindungi kelopaknya yang tak kalah teguh. Bukan itu saja! Kau tahu, saudariku ? Mawar begitu sulit terjangkau! Ya! Kita harus berhati-hati memetiknya sebab tangkainya yang meskipun kecil namun kokoh itu berduri.

Begitulah.setiap bagian bunganya begitu mantap dan teguh, selain bentuknya yang indah dan baunya yang harum. Mawar begitu mempesona.

Mawar begitu misterius, elegan . Bentuk dan aromanya yang mempesona, semua membuat orang ingin menikmatinya, memetiknya, memilikinya. Tapi, ternyata tidak mudah mendapatkannya. Untuk memetiknya kita harus berhati-hati agar durinya tidak melukai. Tidak sembarangan kita bisa sambil lalu memtiknya, bila kita tidak ingin’diserang’ oleh durinya. Tangkainya juga tidak mudah dipatahkan. Bila kalian pernah mengalami, kita harus menggunakan alat (gunting, pisau) untuk memotongnya. Iya kan ?

Hmmmmmm……….Begitulah. Mawar. Kau tau saudariku, bahwa ada wanita-wanita seperti mawar. Tapi, mungkin tidak banyak. Dan seorang muslimah yang seperti mawar??? Wah tentu lebih sedikit lagi.

Wanita atau muslimah yang seperti mawar, begitu enak dipandang. Kecantikannya terpancar dari sebuah keteguhan yang dalam. Kalaupun dia memang dianugerahi kecantikan fisik oleh Allah, dia akan semakin cantik. Kalupun secara fisik dia tidak tergolong ‘begitu cantik’ namun dia memancarkan kecantikan yang lain. Kecantikan yang membawanya pada sebuah derajat yang begitu tinggi. Elegan.


Satu lagi, saudariku. Mawar tidak mudah dipetik. Perempuan-perempuan yang teguh dan meneguhkan, cerdas dan mencerdaskan, baik dan memperebaiki akan memancarkan banyak energi. Semua orang tahu bahwa dia memiliki banyak pesona. Namun pesona itu tidak membuatnya pongah. Pun begitu, perempuan-perempuan berkarakter mawar selalu memancarkan keramahan, kebaikan. Tapi untuk mendapatkannya? Nanti dulu! Bukan jual mahal, tapi ia memiliki izzah (harga diri, kehormatan, rasa PD, bangga bukan karena dirinya tapi ‘bangga’ karena ia memegang teguh Islam dan segala peraturannya).

Maukah kau menjadi bagian dari mawar-mawar itu???
Tunggu saja info TRAINING KEAKHWATAN selanjutnya….


UKHTI"01"HUMAS
KAMMI UNM PARANGTAMBUNG